Pengenalan Al-Quran kepada anak-anak harus disesuaikan dengan tingkat nalar dan alam pikiran mereka, sehingga memerlukan pendekatan atau metode tersendiri …
“Didiklah anak-anakmu tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak keluarga dan membaca Al-Qur'an” (H.R. ath-Thabrani)
Ayah Bunda, agaknya tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa sebagai orangtua muslim, adalah kewajiban kita untuk mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anak.
Benar, dan sebagian anak kita belajar baca Al-Qur'an di sekolahnya dengan metode Iqra, sebagian lagi dengan Qiroati, dan yang lainnya Tilawati dan sebagainya.
Masalahnya, apakah anak kita juga belajar kandungan atau hikmah dari ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur'an? Tahukah anak bahwa di dalam Al-Quran sebenarnya sarat dengan berbagai informasi, petunjuk, kisah-kisah, pesan-pesan, seruan, sejarah, seni dan keindahan, ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi?
Kalau itu sepertinya nggak deh. Jangankan anak, kita sendiri juga kadang awam dan tidak terlalu mempelajari dan paham kandungan Al-Quran. Paling hanya sekedar membaca terjemahan. Itupun kadang-kadang masih kurang mengerti maknanya.
Ayah Bunda, tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak kita sekarang ini diserang sejumlah media yang SANGAT MENARIK seperti film (VCD, dvd), game komputer, playstation, komik, dan sebagainya. Itu artinya, anak-anak kita semakin tidak tertarik untuk memberi perhatian pada Al-Quran jika kita tidak melakukan sesuatu agar mereka tertarik mempelajari kitab sucinya.
Lantas bagaimana?
Nah, untuk meng-counter serangan media-media tersebut, kita tidak mungkin tetap menggunakan “bahasa lama” dalam menyajikan ajaran Al-Quran kepada anak-anak. Maksudnya, tidaklah tepat kiranya jika kita ingin membuat anak-anak mencintai Al-Quran, tapi bahasa yang kita gunakan bukanlah bahasa mereka. Al-Quran memerintahkan kita untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada audiens “MENGGUNAKAN BAHASA KAUMNYA” atau “sesuai dengan tingkat pemikiran mereka” (biqadri ‘uquulihim).
Maksudnya?
Gambar, warna, adalah bahasa anak-anak yang universal. Gambar di sini adalah “BAHASA” yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Quran sesuai dunia anak. Nah, dengan pertimbangan itulah kami memutuskan untuk menerbitkan I Love My Al-Quran (ILMA). Yaitu sebuah Al-Quran dan terjemahnya lengkap dengan tafsir (kandungan ayat) yang menggunakan bahasa yang komunikatif untuk anak-anak. ILMA ini dilengkapi / dihiasi dengan bahasa visual sebagai salah satu media yang akrab dan menarik bagi anak-anak.
Al-Qur'an bergambar? Memang boleh?
Untuk mushaf memang tidak bergambar, hanya berupa ornamen saja. Sedangkan buku terjemah dan tafsirnya diberikan ilustrasi yang menarik. Jenis ilustrasi yang digunakan pada ILMA ini adalah jenis gambar vinyet, yaitu jenis ilustrasi yang berusaha mendenaturalisasi objek yang digambar. Menurut Isma’il Raji Al-Faruqi, dalam bukunya Atlas Budaya Islam, salah satu ciri seni Islam adalah karakter denaturalisasi. Denaturalisasi pada seni visual Islam dilatarbelakangi oleh tradisi Islam yang menghindari penggambaran makhluk hidup secara utuh (persis seperti realitas aslinya). Hal ini berhubungan dengan pesan Nabi tentang penggambaran makhluk hidup, yang konsekuensinya seorang yang menggambar dimintai untuk memberikan nyawa di hari akhir nanti.
Masih ragu, ada ijin terbit dari Departemen Agama nggak, atau verifikasi dari ulama?
Bukan apa-apa, ini kan Al-Quran, untuk anak-anak lagi!
Ayah Bunda, ILMA adalah sebuah inovasi yang kami rumuskan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kehati-hatian. Ini merupakan bentuk tanggung jawab agar umat Islam dapat melahirkan generasi Islam yang mencintai Al-Quran. Dalam prosesnya, kami pun sangat berhati-hati dengan berkonsultasi kepada sejumlah ulama. Lebih dari 20 ulama dari berbagai latar belakang telah kami datangi untuk mendapat arahan dan nasihat di antaranya adalah: KH. A. Mustofa Bisri, KH. A. Hasyim Muzadi, Prof. Dr. A. Syafii Maarif, Prof. Dr. Dien Syamsudin, KH. Shiddiq Amien, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, KH. Didin Hafidudin, Habib Rizieq Syihab, dll.
Dalam proses produksi pun kami menerapkan supervisi yang ketat dan berlapis untuk menghindari kesalahan. Khath Al-Quran telah melalui proses 15 kali pemeriksaan sampai dipastikan tidak ditemukan lagi kesalahan, lalu akhirnya kami serahkan ke lajnah pentashih Al-Quran Departemen Agama. Sertifikat tashih telah kami dapatkan dan kami lampirkan di jilid 1 produk ILMA ini.
Teks penjelasan kandungan ayat diperiksa melalui tahapan yang berlapis pula. Selain diedit dan diproof oleh redaksi, kami pun meminta pembaca ahli untuk membaca secara detail dan memberi masukan serta arahan.
Dengan latar belakang, konsep, dan proses yang telah ditempuh seperti dijelaskan, semoga ILMA ini menjadi sumbangan berharga bagi umat Islam, khususnya bagi anak muslim agar mereka semakin mencintai dan mau mempelajari Al-Quran. Amin.
Oke, kelihatannya saya mulai tertarik dengan produk ini, bisa dijelaskan lebih lanjut tentang produk ini, maksudnya apa saja isi dari produk ini juga manfaat apa saja yang bisa didapat?
ILMA, adalah Al-Quran beserta terjemah dan tafsirnya dengan bahasa yang sangat komunikatif untuk anak-anak, bergambar, berwarna, ada permainan, kamus bergambar dan CD lagunya. Pokoknya lengkap...kap...kap.
Dan, ehm, orangtua pun juga bisa ikutan belajar kandungan Al-Quran dengan produk ILMA ini, karena bahasanya sangat mudah dicerna dan sangat komunikatif.
khusus PROMO AKHIR TAHUN
CASH DISC 20%: Rp. 2.392.000
ada sistem angsuran jg lho...
harganya mahal ya?
Mahal, nggak juga. Dengan berbagai keistimewaan dan manfaat yang didapat, kiranya cukup sebanding dengan harga produk ini. Harganya mungkin sama dengan harga HP yang sedang Ayah Bunda pegang yang paling lama cuma bertahan 2 tahun. Setelah itu kalau tidak rusak, ya, sudah kuno.
Namun materi ILMA ini insya Allah tidak usang dimakan waktu. Ambil contoh ILMA ini bisa dipakai untuk anak qta selama usia SD-SMP atau selama 9 tahun. Asumsinya di usia SMA sudah bisa membaca tafsir yang dewasa seperti Tafsir Al-Mishbah, Ibnu Katsir, dsb (padahal belum tentu juga). Harga tersebut dibagi 9 tahun (3285 hari). Hasilnya, qta hanya menyisihkan uang sebesar Rp. 820 per hari (hanya seharga 1 batang rokok) untuk investasi pengetahuan anak di dunia dan insya Allah untuk bekal di akhirat. Pun produk ini bukan hanya bisa dibaca oleh anak-anak, tapi bisa untuk seluruh keluarga.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka... (QS A-Tahrim:6)
“Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,” (Al An’aam: 155)
“Didiklah anak-anakmu tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak keluarga dan membaca Al-Qur'an” (H.R. ath-Thabrani)
Catatan: Produk ini memang dirancang untuk anak-anak usia 6 - 15 tahun. Namun bagi anak di bawah usia tersebut dan belum bisa membaca Al-Quran juga bisa memakai produk ini. Mereka bisa menggunakan permainan interaktifnya (game ular tangga) atau membaca kamus bergambarnya dan bisa diperdengarkan CD lagu terjemah surat-surat pendeknya. Hal ini dimaksudkan agar anak mulai tertarik pada Al-Quran sedini mungkin, dan memotivasi mereka untuk mau belajar membaca Al-Quran. Setelah bisa membaca Al-Quran baru dapat menggunakan produk ini secara maksimal.
so... segera pesan sekarang juga.... mumpung disc nya guede lagi...
SELAMAT MEMESAN...!!!
Hub : Nenden Kurnia Julianti
(022) 91304064

Indonesia > Jawa Barat > Bandung
Iklan baris gratis di Indonesia > Dijual di Indonesia > Dijual di Jawa Barat > Dijual di Bandung
Buku - Majalah di Indonesia > Buku - Majalah di Jawa Barat > Buku - Majalah di Bandung > I LOVE MY AL QUR'AN ( ILMA )